Jl. Lintas Sumatera, Seputih Jaya, Lampung Tengah

  • 0800 1503363
  • info@rshb-lampung.co.id

Artikel Berita & Kegiatan

Menyiasati Minum Obat saat puasa
Puasa di bulan Ramadan wajib bagi umat muslim.

Puasa di bulan Ramadan wajib bagi umat muslim. Namun, ada yang harus diperhatikan bagi mereka yang perlu minum obat secara rutin. Rutinitas minum obat tersebut dapat disiasati agar tetap bisa menjalankan puasa dengan tenang. Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan bagi orang yang perlu minum obat rutin bila ingin tetap berpuasa.

Membagi jadwal minum obat antara waktu sahur dan berbuka puasa

  • Untuk obat dengan dosis satu kali dalam sehari, minumlah saat berbuka atau saat sahur.
  • Untuk obat dengan dosis dua kali dalam sehari, minumlah satu kali saat berbuka dan satu kali saat sahur.
  • Untuk obat dengan dosis tiga sampai empat kali sehari, minumlah tiap obatnya dengan membagi durasi waktu antara berbuka puasa dan sahur secara sama rata.

 Penggunaan obat sebelum dan sesudah makan saat puasa

Berikut tips penggunaan obat saat puasa menurut  Gadena Artesis Kepala Instalasi Farmasi Rumah Sakit Harapan Bunda.

Bila ada aturan obat diminum sebelum makan, minumlah obat 30 menit sebelum makan sahur dan/atau sebelum menyantap makanan berat saat buka puasa.

Sementara itu, penggunaan obat sesudah makan artinya Anda harus mengonsumsi obat tersebut saat kondisi lambung telah terisi makanan.

Anda bisa meminum obat kira-kira 5-10 menit setelah makan. Pastikan waktu penggunaan obat Anda sesuai dengan aturan waktu makan.

Jangan sampai karena sudah seharian berpuasa Anda langsung berbuka dengan makanan berat dan lupa kalau ada obat yang harus diminum sebelum makan.

Tertelan Duri Ikan?

Tertelan duri ikan atau yang sering disebut “ketulangan” adalah salah satu kasus yang cukup sering ditemui di praktek dokter THT, baik di IGD maupun poliklinik. Meski terlihat sepele, kondisi ini bisa menjadi masalah serius jika tidak ditangani dengan benar. Yuk, kita bahas lebih lengkap.

Baca
Pentingnya Pemeriksaan Darah Rutin

Di dalam tubuh manusia, sekitar tujuh persen volume tubuhnya diisi oleh darah. Darah merupakan hal yang penting untuk memberi petunjuk apakah Anda sehat atau sakit.

Baca
Nikmati Kelezatan Tanpa Lonjakan Gula dan Kolesterol

Makanan manis dan berlemak memang menggoda selera. Kue, minuman manis, gorengan, makanan bersantan, dan daging berlemak sering menjadi favorit banyak orang dalam kehidupan sehari-hari. Namun, di balik kelezatan tersebut, ada risiko kesehatan yang cukup besar jika dikonsumsi secara berlebihan dan terus-menerus.

Baca
Sakit Perut Sebelah Kanan?

Pernahkah Anda atau orang terdekat mengalami nyeri hebat di perut kanan bawah? Hati-hati, kondisi ini bisa jadi merupakan tanda dari penyakit radang usus buntu, yang dalam istilah medis dikenal sebagai apendisitis

Baca
Batuk Tak Kunjung Sembuh?

Pernahkah kamu mengalami batuk yang tak kunjung sembuh lebih dari 3 minggu, berkeringan di malam hari dan hilangnya nafsu makan? Hati-hati! Bisa jadi itu bukan sekadar batuk biasa, tetapi tanda dari penyakit serius, seperti TBC. Merujuk pada data WHO pada tahun 2023, diperkirakan terdapat sekitar 10,8 juta pengidap TBC di seluruh dunia. Indonesia termasuk lima besar negara dengan jumlah pengidap TB terbanyak di Asia Tenggara dengan perkiraan 821.200 kasus pada tahun 2023.

Baca
Waspada Kegawatdaruratan pada Anak

Kegawatdaruratan adalah kondisi yang mengancam nyawa anak. Penting bagi orang tua untuk memahami dan mengenali kondisi ini agar bisa cepat menentukan Tindakan Apakah anak harus segera dibawa ke IGD, Apakah cukup ke poliklinik, Atau dapat ditangani sendiri di rumah. Karena sejatinya, orang tua adalah “dokter pertama” di rumah, yang paling awal mengetahui ada yang tidak beres pada anak.

Baca