Apa itu TBC?
TBC atau
Tuberkulosis adalah penyakit infeksi paru-paru yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium
tuberculosis. Kondisi ini dapat menyerang
paru-paru, dan organ lain seperti kelenjar getah bening, tulang belakang dan
lain lain. Penyakit ini
bukan hanya menyebabkan batuk biasa, tetapi juga memiliki gejala khas seperti:
TBC bukan hanya
penyakit biasa yang bisa sembuh dengan sendirinya. Tanpa pengobatan yang tepat,
penyakit ini dapat menyebabkan kerusakan paru-paru permanen dan bahkan
berakibat fatal. Selain itu, penderita TBC juga berisiko menularkan kuman ke
orang-orang terdekat. Penularannya terjadi melalui droplet, yaitu percikan
ludah atau dahak yang keluar saat penderita batuk atau bersin. Ketika droplet
tersebut terhirup oleh orang lain, kuman TBC bisa masuk dan menginfeksi
paru-paru orang tersebut.
Apa yang Harus
Dilakukan?
Jika mengalami
gejala seperti yang disebutkan di atas batuk tak kunjung sembuh lebih dari 3
minggu, berkeringan di malam hari, dan berat badan turun, sebaiknya segera
memeriksakan diri ke dokter, terutama ke dokter spesialis paru-paru.
Kesimpulan
Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit menular yang serius, tetapi dapat dicegah dan diobati. Penting untuk mengenali gejala TBC, mendapatkan diagnosis dini, dan mengikuti pengobatan dengan disiplin. Selain itu, menjaga gaya hidup sehat, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan menghindari faktor risiko TBC juga merupakan langkah penting dalam mencegah penyakit ini.
Lengkapi
kebutuhan kesehatan Anda dengan layanan dokter terbaik kami.
dr. Apri Lyanda, Sp.P (Dokter
Spesialis Paru)
Senin – Kamis : 15.00 WIB – 17.00 WIB
Informasi
selengkapnya mengenai RS Harapan Bunda, Anda dapat menghubungi :
Call Center :
08001503363
Whatsapp :
085381338887
Telegram : @rshblampung_bot
Facebook Messenger : @rshblamteng
Chat Web :
rshb-lampung.co.id
Booking Online : Aplikasi Harbun-Q
Masalah kesehatan mental sering kali masih dianggap tabu di masyarakat. Banyak orang berpikir bahwa konsultasi ke dokter jiwa hanya untuk mereka yang mengalami gangguan jiwa berat. Padahal, menurut dr. Ika Andri Melana, Sp.KJ Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa, psikiater bukan hanya menangani orang dengan gangguan jiwa, tapi juga membantu mereka yang memiliki masalah kesehatan jiwa yang mengganggu aktivitas sehari-hari seperti stres dan gangguan tidur.
Baca“Skrining covid merupakan pemisahan atau penyaringan dengan cara mengidentifikasi orang yg sakit melauli suatu test. Nanti di pisahkan mana yg terinfesi mana yg tidak” Agus Jaelani Kepala Instalasi Labolatorium Rumah Sakit Harapan Bunda.
BacaDiabetes melitus atau kencing manis bukan hanya soal gula darah tinggi saja. Penyakit ini juga menyimpan ancaman serius yang jarang disadari banyak orang. Ya, diabetes bisa menyebabkan gangguan penglihatan yang bahkan berujung pada kehilangan penglihatan permanen jika tidak ditangani sejak dini
BacaTertelan duri ikan atau yang sering disebut “ketulangan” adalah salah satu kasus yang cukup sering ditemui di praktek dokter THT, baik di IGD maupun poliklinik. Meski terlihat sepele, kondisi ini bisa menjadi masalah serius jika tidak ditangani dengan benar. Yuk, kita bahas lebih lengkap.
BacaPuasa di bulan Ramadan wajib bagi umat muslim. Namun, ada yang harus diperhatikan bagi mereka yang perlu minum obat secara rutin. Rutinitas minum obat tersebut dapat disiasati agar tetap bisa menjalankan puasa dengan tenang.
BacaBekerja di kantor sering kali identik dengan duduk lama di depan komputer. Namun, kebiasaan ini tanpa disadari dapat memicu keluhan nyeri punggung bawah (Low Back Pain). Kondisi ini menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling sering dialami pekerja kantoran.
Baca