Makanan
manis dan berlemak memang menggoda selera. Kue, minuman
manis, gorengan, makanan bersantan, dan daging berlemak sering menjadi favorit
banyak orang dalam kehidupan sehari-hari. Namun, di balik kelezatan tersebut,
ada risiko kesehatan yang cukup besar jika dikonsumsi secara berlebihan dan
terus-menerus.
dr. Andi Wahyudi, Sp.PD (dokter Spesialis Penyakit
Dalam) di Rumah Sakit Harapan Bunda Lampung Tengah, mengatakan “konsumsi
makanan tinggi gula dan lemak secara berlebihan dapat memicu lonjakan kadar
gula darah dan kolesterol. Bila tidak dikendalikan, kondisi ini bisa
meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, bahkan menyebabkan penurunan
kesadaran dalam kasus ekstrem.”
Makanan manis dan berlemak dapat menyebabkan kadar
gula darah serta kolesterol meningkat drastis dalam waktu singkat. Lonjakan ini
membuat tubuh bekerja lebih keras untuk menyeimbangkan kadar tersebut. Dalam
jangka panjang, ini bisa memicu resistensi insulin, meningkatkan risiko
diabetes tipe 2, serta merusak sistem kardiovaskular.
Kolesterol LDL (Low-Density Lipoprotein) atau sering disebut sebagai “kolesterol
jahat”, dapat menumpuk di dinding pembuluh darah dan membentuk plak yang
mempersempit atau menyumbat aliran darah. Akibatnya, risiko terkena serangan
jantung dan stroke meningkat secara signifikan.
Dalam kasus yang sangat berat, lonjakan kadar gula
yang ekstrem bisa menyebabkan gejala serius seperti pusing, lemas, dan bahkan
penurunan kesadaran. Hal ini dapat berbahaya, terutama jika terjadi saat sedang
beraktivitas atau berkendara.
Agar sahabat harbun tetap bisa menikmati hidangan
favorit tanpa khawatir lonjakan gula darah dan kolesterol berlebihan, Sahabat Harbun
bisa menerapkan beberapa tips sederhana berikut ini:
Hindari
konsumsi berlebihan makanan dan minumam seperti sirup, kue kering, kolak, atau
minuman bersoda. Cukup ambil sedikit untuk mencicipi, dan hindari ngemil
terus-menerus. Gula yang tinggi dalam darah akan membuat tubuh cepat lelah dan
tidak segar.
Makan sayur dan buah segar sangat dianjurkan karena
kandungan seratnya membantu memperlambat penyerapan gula dalam tubuh. Serat
juga membantu sistem pencernaan tetap sehat. Sertakan sayur dalam setiap kali
makan dan pilih buah sebagai camilan sehat.
Bagi yang
sudah didiagnosis memiliki diabetes atau kolesterol tinggi dan mengonsumsi
obat, sangat penting untuk tetap disiplin dalam minum obat. Jangan menghentikan
atau mengganti dosis tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
Setelah makan besar, usahakan untuk tidak langsung
duduk atau tidur. Lakukan aktivitas ringan seperti berjalan santai,
membersihkan rumah, atau membantu pekerjaan dapur. Aktivitas fisik membantu
tubuh memproses gula dengan lebih efektif dan menjaga metabolisme tetap lancar.
Cobalah mengatur piring makan agar mengandung
sumber protein (ikan, ayam tanpa kulit, tahu, tempe), serat (sayur dan buah), lemak sehat (alpukat, kacang-kacangan) dan hindari terlalu banyak santan
atau minyak.
Jika Sahabat Harbun memiliki riwayat penyakit
diabetes atau kolesterol tinggi, maka kewaspadaan harus lebih tinggi. Jangan
tergoda menyantap makanan secara berlebihan, dan usahakan tetap memonitor kadar
gula darah atau kolesterol secara berkala.
Bila Sahabat Harbun mengalami gejala seperti pusing mendadak, lemas berlebihan, nyeri dada, Kelemahan atau mati rasa pada satu sisi tubuh, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan tenaga medis. Lebih baik mencegah sejak dini daripada menyesal kemudian.
Nikmati Hidangan Favorit dengan Bijak
Menjaga kesehatan bukan berarti harus menghindari makanan favorit sepenuhnya. Yang terpenting adalah mengelola porsi, memilih jenis makanan yang lebih sehat, dan menjaga gaya hidup aktif. Dengan langkah-langkah sederhana ini, Sahabat Harbun dapat menikmati hidup dengan lebih sehat dan terhindar dari risiko lonjakan gula darah serta kolesterol tinggi. Nikmati makanan dengan bijak. Tubuh sehat adalah investasi jangka panjang.
Lengkapi kebutuhan kesehatan Anda dengan layanan dokter terbaik kami.

dr. Andi Wahyudi, Sp.PD (Dokter Spesialis Penyakit
Dalam)
Senin, Selasa, Rabu, Jumat - Pukul 08.00 - 10.00
WIB
Informasi
selengkapnya mengenai RS Harapan Bunda, Anda dapat menghubungi :
Call Center : 08001503363
Whatsapp :
085381338887
Telegram : @rshblampung_bot
Facebook Messenger : @rshblamteng
Chat Web :
rshb-lampung.co.id
Booking Online : Aplikasi Harbun-Q
Sumber :
https://www.instagram.com/reel/DHlQHxXzA8I/?igsh=MWN2eXdibzduejZ1ZQ==
https://www.rstheresia.com/art6.html
https://www.halodoc.com/artikel/ini-bahaya-konsumsi-makanan-lebaran-berlebihan-untuk-lansia
Nyeri lutut adalah keadaan dimana sendi lutut terasa nyeri dan keadaan ini bisa terjadi di segala usia. Sebagian besar nyeri lutut dapat ditangani sendiri di rumah dan tidak memerlukan penanganan khusus.
BacaDiabetes melitus atau kencing manis bukan hanya soal gula darah tinggi saja. Penyakit ini juga menyimpan ancaman serius yang jarang disadari banyak orang. Ya, diabetes bisa menyebabkan gangguan penglihatan yang bahkan berujung pada kehilangan penglihatan permanen jika tidak ditangani sejak dini
BacaKehilangan nafsu makan pada trimester awal kehamilan sering kali terjadi. Namun, jangan biarkan berlarut-larut, agar tidak membawa dampak buruk bagi kesehatan. Yuk, cari tahu cara mengatasi hilang nafsu makan saat hamil.
BacaSerangan Jantung merupakan salah satu penyakit pembunuh nomor satu di dunia dan di Indonesia. Dalam data yang dikeluarkan oleh WHO pada tahun 2021, kematian akibat penyakit jantung mencapai angka 17,8 juta kematian. Angka ini menunjukkan betapa pentingnya kita untuk lebih waspada dan menjaga kesehatan jantung sejak dini. Dengan melakukan deteksi dini kita dapat mencegah komplikasi yang lebih serius. Berikut ini adalah beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mendeteksi penyakit jantung secara dini.
BacaPernahkah Anda atau orang terdekat mengalami nyeri hebat di perut kanan bawah? Hati-hati, kondisi ini bisa jadi merupakan tanda dari penyakit radang usus buntu, yang dalam istilah medis dikenal sebagai apendisitis
BacaPernahkah kamu mengalami batuk yang tak kunjung sembuh lebih dari 3 minggu, berkeringan di malam hari dan hilangnya nafsu makan? Hati-hati! Bisa jadi itu bukan sekadar batuk biasa, tetapi tanda dari penyakit serius, seperti TBC. Merujuk pada data WHO pada tahun 2023, diperkirakan terdapat sekitar 10,8 juta pengidap TBC di seluruh dunia. Indonesia termasuk lima besar negara dengan jumlah pengidap TB terbanyak di Asia Tenggara dengan perkiraan 821.200 kasus pada tahun 2023.
Baca